Intelijen

KEGIATAN JAKSA MASUK SEKOLAH KEJARI WAJO MELALUI APLIKASI ZOOM MEETING

Bahwa pada hari Rabu tanggal 09 September 2020 Pukul 10.00 – 11.00 Wita telah dilaksanakan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah yang bertempat di Aula Kejaksaan Negeri Wajo melalui aplikasi Zoom yang terhubung dengan beberapa Kepala Sekolah dan siswa-siswa SMP yang ada di Kab.

Pada pelaksanakan kegiatan Jaksa Masuk (JMS) ini mengambil tema “Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Sejak Usia Dini, Bijak Menggunakan Media Sosial di Usia Remaja, dan Pungutan Liar di Sekolah” dan kegiatan ini hadir sebagai narasumber yakni Eman Sulaeman, SH.,MH selaku Kepala Kejaksaan Negeri Wajo, Achmad Arafat Arief Bulu,,MH selaku Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Wajo, Andi Kalsum, SH selaku Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Wajo, Andi Haeruddin Malik, SH., MH selaku Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Wajo.

Adapun dalam pelaksanakan kegiatan ini dibahas terkait dengan dampak narkotika yang sudah menakutkan bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap narkoba di Kabupaten Wajo selama ini sudah dilakukan baik secara preventif maupun represif. Di Kabupaten Wajo sendiri seringkali penggunaan narkotika melibatkan anak-anak sebagai perantara untuk transaksi jual beli barang haram tersebut. Oleh karena itu, Jaksa Masuk Sekolah ini berusaha untuk memberikan pemahaman terhadap modus operandi tindak pidana narkotika untuk menghindari keterlibatan anak-anak sebagai perantara. Selain itu, narasumber dalam hal ini juga memberikan pemahaman yang mendalam terkait dampak bahaya narkotika bagi tubuh dan mengenali jenis-jenis narkotika baik dalam bentuk tanaman dan non tanaman dalam bentuk visual.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait “Bijak Dalam Menggunakan Media Sosial”. Dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa pengaruh positif dan negatif, ibarat pedang bermata dua. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi disatu ihak memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan dan peradaban manusia. Dilain pihak kemajuan teknologi ITE tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang bersifat melawan hukum, yang menyerang berbagai kepentingan hukum orang, masyarakat dan Negara. Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah ini juga menyinggung terkait dengan masalah hoax yang marak terjadi beberapa bulan terakhir di Indonesia serta tindak pidana lain terkait dengan dunia maya/cyber crime. Sebab saat ini, dunia remaja tidak terlepas dari adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, sehingga remaja perlu diberikan pemahaman agar meminimalisir kesalahan yang mungkin tidak dipahami oleh para remaja yang menggunakan media sosial dan kegiatan dunia maya lainnya.

Selain materi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Sejak Usia Dini dan Bijak Menggunakan Media Sosial di Usia Remaja, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang “Pungutan Liar (Pungli) di Sekolah”. Dalam perkembangannya Pungli merupakan suatu hal yang sudah menjamur dalam berbagai ruang aktifitas masyarakat bahkan dalam dunia pendidikan sekalipun. Dalam pemaparannya, pemateri dalam hal ini jaksa kejaksaan negeri wajo menjelaskan berbagai submateri yang menjadi pokok mengenai pungli dalam pendidikan. Adapun submateri tersebut antara lain pengertian, landasan hukum tentang pungutan liar, faktor yang dapat menjadi penyebab, dan faktor penghambat atau hal yang dapat mencegah terjadinya pungutan liar itu sendiri. Dalam sosialisasi ini diharapkan kepada seluruh aparatur pemerintah terkhususnya aparatur yang terjun langsung dalam dunia pendidikan dapat menghindari adanya pungutan liar dan mewujudkan clean government dan good governance di Kabupaten Wajo dan sebagai upaya mendapatkan kembali kepercayaan public. Dalam kesempatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Wajo juga memberikan pengenalan tentang Penggunaan Dana Operasional Sekolah (BOS) untuk pembelian cairan Desinfektan dan Handsanitizer sebagai upaya pencegahan penularan Viebs Corona Disease-19 (Covid-19) sesuai dengan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tentunya setiap pengedaran barang tersebut harus dipertanggungjawabkan (dilengkapi data dukung). Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dari para Kepala Sekolah dan siswa-siswi terkait tema tersebut.

Author

kejariwajo

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *